Cara Bahagia ; Sebuah Jendela untuk Melihat Dunia (2)

Cara bahagia (2) – Coba bayangkan suatu minggu pagi yang cerah. Matahari bersinar lembut. Udara terasa sejuk. Di kejauhan terdengar burung-burung berkicau riang. Anda tengah merasakan indahnya hari ini.

cara bahagia melihat dunia

Sambil bersiul-siul kecil Anda membuka pintu rumah Anda. Nampak sebuah kotak berwarna coklat di depan pagar.

Ternyata pagi itu Anda mendapat bingkisan. Pengirimnya pun tertera jelas di situ : Tetangga sebelah rumah. Ada apakah gerangan? Dengan tergesa-gesa Anda segera membuka kotak itu. Ternyata isinya sangat mengejutkan Anda : setumpuk kotoran sapi!

Bagaimana perasaan Anda? Anda mungkin bingung, kesal, atau marah. “Ini sudah keterlaluan!” pikir Anda. “Tetangga sebelah itu memang harus diberi pelajaran!” Lantas apa yang akan Anda lakukan? Anda mungkin langsung melabraknya. Atau paling tidak mempersiapkan “serangan” balasan.

Nah, kalau Anda jadi melaksanakan niat Anda tersebut, bagaimana respon tetangga Anda? Bisa dibayangkan “perang” yang terjadi di hari berikutnya bisa lebih seru dari perang AS – Irak yang terjadi beberapa tahun lalu.

Cara Bahagia dengan Merubah Paradigma Anda

Namun Beno, seorang kawan yang mengalami hal ini ternyata memberikan respon yang berbeda. Ia memang terkejut melihat kotoran Sapi itu. Tapi kemudian ia berpikir, “Betapa baiknya tetanggaku ini.

Ia benar-benar memperhatikan pekaranganku. Ia tahu persis bahwa rumput dan tanamanku tidak terlalu subur. Karena itu ia menyediakan pupuk untukku. Luar biasa, Aku harus ke rumahnya sekedar menyampaikan rasa terimakasihku!”

Pelajaran menarik apa yang dapat Anda ambil dari cerita sederhana di atas?

Ternyata kita tidak melihat dunia ini sebagaimana adanya, tetapi sesuai dengan keadaan kita sendiri. We see the world as we are, not as it is.

Dengan demikian, sebuah peristiwa yang sama dapat dipersepsikan secara berbeda tergantung dari mana Anda melihatnya. Bagi kita, kotoran sapi dipersepsikan sebagai penghinaan dan ajakan “berperang”. Karena itu kitapun marah dan mempersiapkan serangan balasan.

Sementara Beno menganggap kotoran sapi sebagai hadiah dan bukti perhatian tetangganya. Ia justru berterima kasih. Jadi di mana letak masalahnya? Pada kotoran sapi atau pada cara kita memandang kotoran sapi tersebut? Jelaslah bahwa “cara kita memandang suatu masalah adalah masalah itu sendiri”.

Dalam Bahasa sehari-hari, cara kita memandang ini sering disebut dengan berbagai istilah seperti : persepsi, asumsi, wawasan, keyakinan, pemikiran, prasangka, prejudis dan sebagainya. Semua istilah ini terangkum dalam kata “Paradigma”.

Paradigma adalah jendela untuk melihat dunia. Saya berani mengatakan bahwa paradigma ini merupakan milik Anda yang terpenting. Mengapa? Karena semua tindakan Anda, apapun tanpa terkecuali pasti didasari oleh suatu paradigma!

Sekali lagi, coba Anda renungkan baik-baik. Semua tindakan Anda dalam hidup dasarnya adalah paradigma. Bagaimana kita melihat suatu masalah akan menentukan apa yang akan kita lakukan. Apa yang kita lakukan akan menentukan apa yang kita dapatkan.

Jadi kalau Anda tidak puas dengan apa yang Anda dapatkan sekarang, Anda harus mengubah prilaku Anda. Namun Anda tak akan dapat mengubah prilaku Anda sebelum membongkar paradigma Anda.

Sebuah Bank pernah menerima banyak keluhan nasabah mengenai kurang ramahnya para petugas garda depan. Manajemen kemudian langsung mengirimkan para petugas ini ke pelatihan “Service with Smile”.

Setelah mengikuti pelatihan, para petugas ini berusaha untuk melayani pelanggan dengan senyuman. Tapi itu hanya bertahan 2 minggu pertama. Minggu ketiga kondisinya kembali seperti semula. Memang di pagi hari para petugas masih ramah dan tersenyum. Tapi lewat tengah hari, karena sudah letih, mereka kembali memasang muka angker.

Jadi di mana letak persoalannya? Persoalannya adalah karena pelatihan tersebut hanya mengubah prilaku orang, bukan paradigmanya.

Para petugas memang bisa tersenyum, tetapi mereka masih melihat nasabah sebagai “beban”, sebagai “pekerjaan”, dan bukannya sebagai “rezeki”. Karena paradigma mereka belum berubah, maka perubahan prilaku yang terjadi hanya bersifat semu.

Akar semua persoalan yang kita hadapi adalah paradigma. Para pejabat banyak yang korupsi karena mereka MELIHAT jabatan sebagai rezeki dan kesempatan, bukan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Pemimpin marah ketika diritik karena MELIHAT kritik sebagai ancaman, bukannya bantuan. Orang tua sering berselisih dengan anaknya karena mereka MENGANGGAP dirinya paling tahu mengenai apa yang terbaik untuk anaknya, sedangkan anak MENGANGGAP orang tua ketinggalan jaman.

Kenapa penghasilan Anda pas-pasan saja? Ini juga karena Anda menganggap diri Anda terlalu rendah.

Semua paradigma ini harus dibongkar terlebih dahulu agar kita mendapatkan perubahan yang langgeng. Membongkar Paradigma adalah langkah pertama dan terpenting dalam kepemimpinan. Pakar kepemimpinan Stephen Covey pernah mengatakan : “ If you want small changes, work on your behaviour, but if you want quantum-leap changes, work on your paradigm.”

Kalau Anda menginginkan perubahan yang kecil dalam hidup, garaplah prilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda!

Ingatlah kembali gambar berikut yang berhubungan dengan jendela atau paradigma Anda (sesuai artikel sebelumnya) : > Cara Berbahagia : Sebuah Jendela untuk Melihat Dunia (1)

Jendela ini sebenarnya adalah paradigma yang dibentuk oleh berbagai macam faktor seperti : pendidikan, pengalaman, agama, keyakinan, kepercayaan, pergaulan, media massa, televisi, buku yang Anda baca dan sebagainya. Kesemuanya berpengaruh dalam membentuk jendela Anda yang sekarang (Paradigma).

Cara Bahagia dari Bapak Arvan Pradiansyah

rasa bahagia melihat dunia

Arvan Pradiansyah, Motivator Leadership & Happiness akan menuntun Anda menjadi orang yang selalu bahagia dengan memberdayakan 7 asupan makanan bergizi dengan kekuatan pikiran secara sistematis (seperti terangkum dalam bukunya “The 7 Laws of Happiness”). Anda akan belajar cara bahagia , memfokuskan pikiran positif secara berulang & menolak pikiran negatif supaya tidak masuk.

Pelatihan Happiness ini cocok untuk Anda secara pribadi, keluarga, ataupun anggota Tim Perusahaan yang ingin bangkit-kompak menghadapi musibah Pandemi ini dengan rasa bahagia.

Jika Anda sebagai Menejer atau Pimpinan Perusahaan, maka pelatihan ini bisa menjadi energi pendobrak supaya pikiran Tim selalu positif untuk bekerja mencapai target.

Metode Pelatihan Leadership & Happiness Arvan Pradiansyah memiliki 4 ciri khas :

  • Inspiratif – menyentuh hati & mendorong tindakan.
  • Simpel – mudah dipahami & down to earth.
  • Spiritual – berpusat pada Tuhan, menemukan makna & hakikat kehidupan.
  • Thought Provoking – memprovokasi pikiran & merubah paradigma.

Topik Sesi Motivasi Happiness by Arvan Pradiansyah :

  1. Happiness at Work.
  2. Happiness 4.0.
  3. The Meaning of Work.
  4. I Love Monday.
  5. The 7 Laws of Happiness.
  6. Happiness for Salespeople.
  7. Selling with Love.
  8. Coaching with Happiness.
  9. Work Life Balance.
  10. You Are What You Contribute.

Untuk informasi Pelatihan lebih lanjut “ Cara Bahagia Menikmati Hidup ” dari Motivator terbaik Indonesia (Arvan Pradiansyah), Anda bisa menghubungi Tim ILM pada Kontak WA berikut : 0812-1234-5949.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami Sekarang