Menyeimbangkan Hidup sebagai Cara Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Seminar Cara menjalani hidup bahagia

Hidup itu harus seimbang, sebab sesuatu yang tidak seimbang pasti akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Sebagai contoh, orang yang hanya fokus bekerja di kantor demi memenuhi kebutuhan materi dan hanya menyisakan sedikit waktu untuk keluarga, bisa diperkirakan suatu ketika akan mengalami masalah pada perkembangan psikologis anak-anaknya. Entah mereka menjadi “liar”, terpengaruh pergaulan bebas, manja dan sebagainya. Tak hanya berefek pada keluarga, hal ini juga memiliki dampak buruk terhadap orang yang bersangkutan.

Ketidakseimbangan bisa terjadi di banyak bidang kehidupan. Mereka yang hanya fokus belajar saja ketika kuliah demi mendapatkan IPK yang bagus, akan mengalami kesulitan dalam berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain di dunia kerja.

Orang yang seperti ini akan sulit  mengenali karakter orang lain, lebih baperan dan cenderung menganggap orang lain sebagai saingan. Ini sudah pasti menimbulkan ketidakseimbangan dalam pikiran. Inilah yang harus kita sadari sejak awal sebagai cara meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, sesuatu yang didambakan oleh setiap orang.

Mendambakan Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sebagai orang yang beragama kita tentunya meyakini bahwa ada kehidupan lain selain kehidupan di dunia. Ini yang disebut dengan istilah akhirat, atau afterlife phase. Kesadaran akhirat bisa mengerem seseorang dari perilaku buruk, karena ia menyadari bahwa kejahatan apapun yang ia lakukan — walaupun tidak tersentuh hukum di dunia — akan berdampak pada kehidupannya di akhirat.

Cara meraih kebahagiaan dunia dan akhirat salah satunya adalah dengan berusaha menyeimbangkan hidup dan aktifitas kita. Jangan condong pada satu titik, dan mengabaikan titik yang lain.

Ketika menjadi pemimpin di Madinah, Umar bin Khattab pernah menegur seseorang yang seharian berzikir saja di masjid. Ia tidak bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Gaya hidup seperti ini jelas tidak dibenarkan, sebagaimana gaya hidup orang yang hanya bekerja terus-menerus siang malam dan tidak menyisakan waktu untuk beribadah kepada Tuhan. Kalau ini yang terjadi, dapat dipastikan kebahagiaan akan sulit tercapai.

Orang yang tidak bahagia biasanya disebabkan oleh faktor ini. Mereka adalah orang-orang yang menghabiskan banyak waktu untuk suatu hal dan lalai untuk hal yang lain. Mereka mencapai satu hal tapi juga kehilangan hal lain yang sangat penting.

Mengapa banyak selebritis, pesohor, bahkan orang-orang kaya yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri padahal popularitas, harta benda dan penghormatan sudah mereka dapatkan? Ini tentu saja karena ada sesuatu yang hilang yang tidak bisa kembali kepada mereka, seperti masa kecil, masa remaja, kehangatan keluarga, dan sebagainya. Karena itulah menyeimbangkan kegiatan hidup adalah bagian dari cara meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Jangan sampai kita mengejar materi secara all out dan melalaikan hal lain yang juga penting. Keluarga, masyarakat, sahabat, adalah hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan kita. Saat kita meninggal, perusahaan tempat kita bekerja mungkin akan memberikan santunan untuk keluarga kita, mereka akan mengenang kita sebagai pekerja keras dan berdedikasi.

Namun setelah itu, mereka akan dengan cepat mencari pengganti kita dan kita pun dilupakan. Sebaliknya, keluarga kita, orang-orang yang terdekat dengan kita, tidak akan pernah lupa terhadap kontribusi kita dalam kehidupan mereka. Dan inilah yang nantinya akan membuahkan kebahagiaan pada kehidupan kita paska kematian.

———–

Arvan Pradiansyah adalah seorang Motivator Nasional, CEO ILM, dan penulis 11 buku best seller, salah satunya “The 7 Laws Of Happiness” yang menjadi satu-satunya buku motivasi dari Indonesia di Frankfurt Book Fair, Jerman sejak 2014. Selama lebih dari 20 tahun Arvan telah melayani lebih dari 400 perusahaan besar di Indonesia untuk mengembangkan para pemimpin, menemukan makna kerja dan bekerja dengan bahagia.

 

Ikuti “Talkshow Happiness” dari Arvan Pradiansyah setiap Jumat pagi jam 7-8 WIB di Radio Smart FM Network.

————————————–

Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional – Leadership & Happiness akan menuntun Anda menjadi orang yang selalu bahagia dengan memberdayakan 7 asupan makanan bergizi dengan kekuatan pikiran secara sistematis (seperti terangkum dalam buku “The 7 Laws of Happiness”).

Anda akan belajar memfokuskan pikiran positif secara berulang & menolak pikiran negatif masuk.

Pelatihan Happiness ini cocok untuk Anda secara pribadi, keluarga, ataupun anggota Tim Perusahaan yang ingin bangkit-kompak menghadapi musibah Pandemi ini dengan rasa bahagia. Jika Anda sebagai Menejer atau Pimpinan Perusahaan, maka pelatihan ini bisa menjadi energi pendobrak supaya pikiran Tim selalu positif untuk bekerja mencapai target.

 

Metode Pelatihan Leadership & Happiness Arvan Pradiansyah memiliki 4 ciri khas :

  • Inspiratif – menyentuh hati & mendorong tindakan.
  • Simpel – mudah dipahami & down to earth.
  • Spiritual – berpusat pada Tuhan, menemukan makna & hakikat kehidupan.
  • Thought Provoking – memprovokasi pikiran & mengubah paradigma.

Topik Sesi Motivasi Happiness by Arvan Pradiansyah :

  1. Happiness at Work.
  2. Happiness 4.0.
  3. The Meaning of Work.
  4. I Love Monday.
  5. The 7 Laws of Happiness.
  6. Happiness for Salespeople.
  7. Selling with Love.
  8. Coaching with Happiness.
  9. Work Life Balance.
  10. You Are What You Contribute.

Untuk informasi Pelatihan terkini “Cara Menikmati Hidup Bahagia” dari Motivator terbaik Indonesia (Arvan Pradiansyah), Anda bisa menghubungi Tim ILM pada Kontak WA berikut : 0812-12345-949.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami Sekarang