Rasa Bahagia Meski Punya Target Kerja

Setiap kita mempunyai target di awal tahun. Perusahaan juga punya target di awal tahun. Namun tahukah Anda, target tersebut bisa merenggut rasa bahagia kita jika kita terlalu dikejar-kejar oleh target? Lalu bagaimana caranya mengelola target supaya hidup kita tetap nikmat dan bahagia?

rasa bahagia

Kami ingin berbagi pengalaman mengenai target. Jujur saja, kadang-kadang Kami mencapai target dan kadang-kadang juga tidak. Ketika tak mencapai target, Kami sungguh menyesal.

Tetapi bahkan ketika mencapai target, Kami juga menyesal. Kenapa? Karena Kami merasa bahwa hal tersebut telah Kami bayar dengan harga yang sangat mahal.

Rasa Bahagia dengan Memiliki Target, Bukan Dimiliki Target

Di kantor, upaya pencapaian target sering membuat orang kehilangan waktu untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan dengan para kolega. Banyak pula terjadi konflik antar individu maupun antar tim, semata-mata karena mengejar target.

Di beberapa organisasi – termasuk organisasi politik – terjadi saling sikut, saling jegal dan saling menjatuhkan untuk mengejar “setoran”. Buntut dari semua ini adalah perasaan sakit hati, dendam dan permusuhan yang tak hilang dalam waktu singkat.

Di rumah, target-target ini sering membuat kita menomorduakan hubungan yang akrab dengan anggota keluarga. Kita kehilangan saat-saat berharga dengan pasangan dan anak-anak.

Padahal kalau dipikir-pikir, apa sih yang kita cari dalam hidup ini? Targetkah atau rasa bahagia itu sendiri?

Untuk menjawabnya, Saya ingin mengajak Anda merenungkan saat-saat Anda berbaring di tempat tidur menunggu maut menjemput.

Akankah Anda mengatakan, “ Alangkah bahagianya kalau Saya dapat meluangkan waktu lebih banyak di kantor?”, ataukah, “Alangkah bahagianya kalau Saya dapat meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan keluarga dan orang-orang yang Saya cintai?” Coba renungkan hal ini secara mendalam!

Jadi, setiap kali Anda menetapkan target di awal tahun, pikirkanlah benar-benar. Apa yang sebenarnya Anda kejar, target-target Andakah, atau kebahagiaan itu sendiri? Inilah ironis manusia modern.

Kita menciptakan target kita sendiri, yang kadang-kadang sengaja dibuat lebih tinggi dari kemampuan kita. Kemudian, target itulah yang sepanjang tahun mengejar-ngejar kita, membuat makan tak enak dan tidur tak nyenyak.

Target inilah yang selalu kita bawa kemanapun kita pergi. Target telah menggantikan hidup itu sendiri.

Prilaku manusia modern ternyata tak jauh berbeda dengan manusia zaman dahulu yang menciptakan berhala-berhala mereka sendiri, kemudian repot-repot menyembahnya. Target-target ini telah menjadi “tuhannya” manusia modern!

Karena itu, bagi Anda yang telah menyusun target tahun ini, ada beberapa hal yang ingin Kami sarankan. Pertama, Anda boleh saja “memiliki target”, tetapi jangan sampai Anda “dimiliki target”. Coba renungkan perbedaan yang sangat dalam antara dua kata ini.

Kedua, Anda perlu menyadari bahwa tercapai tidaknya target berada di luar kontrol kita. Karena itu memikirkan target hanya akan melemahkan Anda sendiri, membuat Anda makin stress dan tak berdaya.

Yang dapat dikontrol semata-mata adalah usaha Anda. Analoginya, Anda tak bisa mengontrol jam berapa Anda sampai di kantor. Yang bisa Anda kontrol adalah jam berapa Anda berangkat dari rumah.

Tujuan kita hidup adalah mencari kebahagiaan. Rasa bahagia adalah tujuan hidup kita setiap hari. Tapi banyak orang yang mengatakan begini, “Saya baru bahagia kalau berhasil mencapai target.” Ucapan ini hanyalah untuk menghibur diri.

Anda takkan pernah bahagia karena begitu target tahun ini tercapai, target tahun depan sudah siap mengejar Anda, bahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi. Kalau saja target tersebut bisa bicara, inilah yang akan ia katakan kepada Anda, “Kejarlah Daku, Kau Kukejar!”

Rasa Bahagia Persembahan Arvan Pradiansyah

rasa bahagia di tempat kerja

Arvan Pradiansyah, Motivator Leadership & Happiness akan menuntun Anda menjadi orang yang selalu bahagia dengan memberdayakan 7 asupan makanan bergizi dengan kekuatan pikiran secara sistematis (seperti terangkum dalam bukunya “The 7 Laws of Happiness”). Anda akan belajar memfokuskan pikiran positif secara berulang & menolak pikiran negatif supaya tidak masuk.

Pelatihan Happiness ini cocok untuk Anda secara pribadi, keluarga, ataupun anggota Tim Perusahaan yang ingin bangkit-kompak menghadapi musibah Pandemi ini dengan rasa bahagia

Jika Anda sebagai Menejer atau Pimpinan Perusahaan, maka pelatihan ini bisa menjadi energi pendobrak supaya pikiran Tim selalu positif untuk bekerja mencapai target.

Metode Pelatihan Leadership & Happiness Arvan Pradiansyah memiliki 4 ciri khas :

  • Inspiratif – menyentuh hati & mendorong tindakan.
  • Simpel – mudah dipahami & down to earth.
  • Spiritual – berpusat pada Tuhan, menemukan makna & hakikat kehidupan.
  • Thought Provoking – memprovokasi pikiran & merubah paradigma.

Topik Sesi Motivasi Happiness by Arvan Pradiansyah :

  1. Happiness at Work.
  2. Happiness 4.0.
  3. The Meaning of Work.
  4. I Love Monday.
  5. The 7 Laws of Happiness.
  6. Happiness for Salespeople.
  7. Selling with Love.
  8. Coaching with Happiness.
  9. Work Life Balance.
  10. You Are What You Contribute.

Untuk informasi Pelatihan lebih lanjut “ Rasa Bahagia meski Punya Target Kerja ” dari Motivator terbaik Indonesia (Arvan Pradiansyah), Anda bisa menghubungi Tim ILM pada Kontak WA berikut : 0812-1234-5949.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami Sekarang