Rumus Kepuasan Hidup

Puaskah Anda dengan hidup Anda saat ini? Apa itu kepuasan hidup dan bagaimana cara meningkatkannya? Dalam perenungan yang mendalam saya berhasil membuat rumus sederhana mengenai kepuasan hidup sebagai berikut:

Life Satisfaction = Enjoying – Wanting

Kepuasan hidup adalah sebuah konsep yang abstrak karena itu sulit diukur. Karena sulit diukur, kepuasan hidup juga sulit ditingkatkan.

Namun dengan memahami rumus ini, semuanya akan menjadi lebih mudah. Keberhasilan menemukan rumus ini benar-benar memberikan kepuasan yang luar biasa kepada saya karena membuat hidup ini jauh lebih sederhana.

Continue reading

Apakah Anda Manusia Kontradiktif?

Pertanyaan di atas dapat kita jawab dengan lebih dulu menyepakati apa yang dimaksud dengan manusia kontradiktif itu. Sesungguhnya definisinya sederhana saja. Orang yang kontradiktif adalah orang yang menginginkan suatu hal tetapi melakukan hal yang berlawanan dengan yang ia katakan.

Ada banyak contoh dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita ingin sehat tetapi tak kunjung berolah raga. Kita ingin diet tetapi tak tahan melihat kue cokelat yang menggiurkan. Kita ingin punya rumah sendiri tetapi tak pernah bisa menabung.

Kita ingin naik pangkat tetapi malas membangun hubungan dengan atasan. Kita ingin punya keluarga yang bahagia tetapi hanya meluangkan sedikit waktu di rumah.

Continue reading

Lima Salah Paham tentang Bersyukur

Suatu hari di tahun 1999, Stephen King penulis Amerika Serikat terkenal mengalami kecelakaan lalu lintas cukup parah. Ia ditabrak oleh seorang pengemudi van tak jauh dari rumahnya.

King segera dilarikan ke rumah sakit dengan luka berganda di tangan dan kakinya, paru-parunya rusak, tulang rusuknya patah dan kulit kepalanya koyak. Pengemudi van luka parah dan akhirnya meninggal dunia.

King selamat dari kejadian itu dan ketika ditanya apa yang ia pikirkan, ia mengatakan bahwa ia bersyukur. “Kasih Tuhanlah yang membuat pengemudi van itu tidak sampai merenggut jiwa saya,” ujarnya.

Continue reading

Psuedo-Happiness

“Saya sungguh khawatir dengan kata ‘happiness’, ujar seorang CEO perusahaan ternama kepada saya. Saya menatap matanya sambil tersenyum. CEO ini pasti sudah sangat tahu reputasi saya sebagai Motivator Nasional di bidang Leadership & Happiness.

Dia juga tak mungkin ingin berdebat dengan saya pada pertemuan kami yang pertama. Saya tahu pasti dia hanya sekadar berbagi kekhawatirannya.

“Perusahaan ini saya bangun dengan kerja keras dan penuh semangat,” ujarnya lagi. “Sampai hari ini pun saya masih bekerja keras–siang dan malam–membesarkan perusahaan. Namun sayangnya, banyak karyawan saya yang kurang paham mengenai hal ini.

Continue reading

Mungkinkah Mengukur Kebahagiaan

Mungkinkah kita mengukur kebahagiaan (happiness)? Pertanyaan ini termasuk yang paling sering ditanyakan kepada saya dalam berbagai forum dan diskusi para eksekutif mengenai kebahagiaan.

Jawabannya tentu saja bisa, bahkan harus. Kalau kita tidak bisa mengukur sesuatu bagaimana kita dapat meningkatkannya? Pengukuran diperlukan dalam rangka peningkatan. Apalagi ini berkaitan dengan kebahagiaan yang menjadi jantung kehidupan itu sendiri.

Namun seperti yang terjadi dalam ilmu sosial yang lain, pengukuran kebahagiaan tentu saja berarti menguantifikasikan sesuatu yang kualitatif. Ini sangat berbeda dari pengukuran dalam ilmu alam yang objektif dan kuantitatif.

Continue reading