[Smart Happiness] It’s All About Me!

Pada dasarnya setiap manusia terlahir dengan sifat selfish atau mementingkan diri sendiri. Sayangnya, banyak di antara kita yang masih membawa sifat ini sampai dewasa. Orang-orang tersebut tidak mengalami pertumbuhan spiritual.

Bagaimana perspktif Happiness terhadap sifat selfish? Simak pembahasaanya dalam rekaman video Smart Happiness “It’s All About Me!” Part 1 sampai Part 4 bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional di bidang Leadership & Happiness.

[Smart Happiness] Anda Berhasil atau Beruntung?

Secara umum definisi keberhasilan adalah apabila usaha yang kita lakukan untuk mencapai sesuatu lebih besar daripada faktor eksternal. Sementara keberuntungan adalah apabila faktor eksternal lebih besar daripada usaha yang kita lakukan untuk mencapai sesuatu.

Mana yang lebih baik, merasa berhasil atau beruntung? Simak pembahasannya dalam rekaman video Smart Happiness “Anda Berhasil atau Beruntung?” Part 1 sampai Part 4 bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional di bidang Leadership & Happiness.

Smart Happiness disiarkan secara live setiap Jumat pukul 7-8 WIB ke seluruh Indonesia melalui jaringan Radio SmartFM (Jakarta 95.9 FM) dan Sonora Network, Indovision Ch. 507, dan live streaming di www.radiosmartfm.com.

[Smart Happiness] Sacrifice

Tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Tidak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan. Tidak ada cinta tanpa pengorbanan. Kita sering berbicara tentang pengorbanan, tapi tidak sedikit di antara kita yang salah paham tentang apa itu pengorbanan.

Apa dan bagaimana pengorbanan yang sesungguhnya? Apakah semua pengorbanan akan berakhir dengan kebahagiaan? Simak pembahasaanya dalam rekaman video Smart Happiness “Sacrifice” Part 1 sampai Part 4 bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional di bidang Leadership & Happiness, berikut ini:

[Smart Happiness] Needs vs. Wants

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering membicarakan kebutuhan dan keinginan. Sayangnya, banyak di antara kita yang tidak mememahami perbedaan di antara keduanya sehingga sering kali kita membungkus keinginan dengan sampul kebutuhan.

Bagaimana cara membedakan kebutuhan dan keinginan? Dan Bagaimana perspektif Happiness meninjau keduanya? Simak ulasannya dalam rekaman video Smart Happiness “Needs vs. Wants” Part 1 sampai Part 4 bersama Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional di bidang Leadership & Happiness, berikut ini:

The End of Worry

Selesai mengajar di sebuah bank terkemuka di Jakarta sore itu, ponsel saya berdering. Istri saya menelfon. “Daffa sampai saat ini belum juga pulang. Aku khawatir terjadi apa-apa dengan anak itu,” kata istri saya. Saya melirik jam di tangan saya, sudah setengah tujuh malam.

“Tadi dia bilang mau mengerjakan tugas di sekolahnya,” istri saya melanjutkan. “Tapi ternyata Daffa tidak ada di sekolah. Bahkan petugas sekolah mengatakan sudah tidak ada siapapun di sekolah setelah sekolah bubar jam dua siang. Aku sudah menyuruh sopir mencari di sekolah di sekolah tapi sia-sia belaka. Ponselnya tidak diangkat dan pesan tertulis yang aku kirim juga tidak dibaca. Aku sudah menghubungi wali kelasnya, ketua kelasnya, beberapa teman dekatnya, dan tak satu orangpun tahu kemana dia pergi. Aku benar-benar takut kalau terjadi apa-apa dengan dia.”

Continue reading