Cara Berbahagia : Sebuah Jendela untuk Melihat Dunia (1)

Cara berbahagia – Apakah hidup ini benar-benar indah seperti yang dinyatakan pada artikel sebelumnya? Di mata seorang wanita tua, yang terjadi justru sebaliknya : Hidup begitu menyedihkan! Bahkan wanita ini menangis setiap hari.

cara agar bahagia

Bila hari hujan ia menangis, begitu pula bila hari panas. Seorang lelaki yang kebetulan lewat merasa iba dan bertanya kepadanya, “Mengapa Ibu Menangis?” Sambil tersedu-sedu wanita itu menjawab, “Aku punya dua orang putri, yang sulung menjual sepatu kain dan yang bungsu menjual payung.

Bila hujan turun, aku sedih memikirkan putri sulungku yang sepatu kainnya tak laku. “ Sebaliknya bila cuaca bagus, aku sedih memikirkan putri bungsuku yang payungnya tak laku.

Mendengar hal itu lelaki tadi berkata, “Agar bisa bahagia, cobalah Ibu pikirkan yang sebaliknya. Kalau hujan turun, pikirkan putri bungsumu. Pasti payungnya akan banyak terjual.” Sebaliknya kalau cuaca bagus, pikirkan putri sulungmu.

Bukankah sepatu kainnya akan laku keras saat itu? Wanita itu mendengarkan nasehat tersebut dengan sungguh-sungguh dan sejak saat itu, ia tak pernah menangis lagi. Bahkan, ia selalu bersyukur dan tertawa setiap saat.

Cara Berbahagia dengan Merubah Cara Pandang

Para Pembaca yang budiman, mudah-mudahan cerita sederhana di atas dapat memberikan inspirasi bagi kita semua. Untuk bisa bahagia, yang kita perlukan hanyalah merubah cara berbahagia dan cara pandang kita.

Cara berbahagia sederhananya bisa didapatkan dengan merubah cara pandang kita terhadap masalah.

Bayangkan, sebuah perubahan besar akan terjadi hanya karena perubahan dalam cara melihat. Padahal peristiwanya sendiri tetap sama dan tidak mengalami perubahan sedikitpun.

Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita sebenarnya tidaklah kita respon begitu saja. Ia selalu disaring terlebih dahulu oleh “jendela” yang kita miliki.

Untuk mempermudah, Kami akan menggunakan gambar. Coba Anda lihat gambar di bawah. Stimulus adalah apapun yang berada di luar Anda. Ia bisa berupa kejadian, peristiwa atau pun hanya sebuah objek biasa.

Yang pasti stimulus adalah segala sesuatu yang berada di luar Anda. Sementara Respon adalah tanggapan atau tindakan Anda terhadap stimulus tersebut.

Pertanyaannya, apakah stimulus itu langsung begitu saja menghasilkan respon seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini?

Umumnya orang merespon hal ini dengan kesedihan dan kekecewaan. Tapi seorang kawan menanggapinya dengan berbeda. Kawan Saya ini masuk rumah sakit tepat pada hari lebaran dan ia malah bersyukur.

Ternyata tidak bukan? Stimulus yang sama ternyata bisa menghasilkan respon yang berbeda. Ada banyak contoh yang bisa kita kemukakan di sini. Coba bayangkan kalau Anda harus dirawat di rumah sakit pada hari raya.

Apakah itu kabar baik bagi Anda, atau kabar buruk? Nah, respon Anda pada stimulus ini sangat tergantung pada cara Anda melihat. Dengan kata lain, ini tergantung dari “jendela” yang Anda gunakan.

Kenapa? Ia saat ini sedang menjalani diet super ketat berkaitan dengan penyakit yang dideritanya. Sayangnya ia seringkali melanggar berbagai pantangan. Nah, masuk rumah sakit pada hari lebaran adalah “kabar baik” karena kegiatan silaturrahmi saat lebaran sering membuat ia melupakan dietnya.

Selain itu, ia punya waktu untuk beristirahat sambil sekaligus tetap bisa berlebaran. Jadi, kalau biasanya ia yang repot-repot mengunjungi kawan-kawannya, kini kawan-kawannyalah yang datang bergantian mengunjunginya di rumah sakit.

Dalam bisnis, hal yang sama juga sering terjadi. Sebuah situasi yang sulit ditanggapi oleh dua kawan Kami dengan cara yang berbeda. Kawan pertama menanggapi lesunya penjualan dengan menata ulang strategi bisnisnya.

Ia juga mengadakan kompetisi diantara karyawan dan memberikan hadiah pada mereka yang dapat menemukan terobosan dan ide-ide yang inovatif. Tapi kawan kedua menanggapinya secara berbeda. Ia menganggap karyawannya kurang giat dalam bekerja, karena itu konsekuensinya gaji mereka tidak akan dinaikkan untuk tahun berikutnya.

Kenapa respon mereka berbeda? Sekali lagi ini adalah persoalan “jendela”. Kawan pertama melihat bahwa rejeki itu datangnya dari Tuhan. Tugas kita hanyalah berusaha, tetapi hasilnya tetap berada di tangan Tuhan.

Meminjam istilah Stephen Covey, usaha adalah circle of influence (lingkaran pengaruh) kita, sementara hasil adalah circle of concern (lingkaran kepedulian) kita. Ia menyadari bahwa persoalan rejeki sepenuhnya ada di tangan Tuhan. Persoalan kita sebagai manusia hanyalah berusaha dengan sekuat tenaga.

Sementara kawan kedua melihat bahwa rejeki itu sepenuhnya adalah hasil usaha kita sendiri. Karena itu, ia justru menghukum karyawan dengan menunda kenaikan gaji.

Ia melihat ini sebagai usaha untuk memotivasi karyawannya. Padahal boleh jadi tindakan ini hanya akan mendemotivasi karyawan dan membuat perusahaannya berada dalam kondisi yang lebih sulit lagi.

  • “Kalau Anda merasa kurang bahagia, pasti ada yang salah dengan “jendela” Anda. Solusi cara berbahagia sederhana saja, bersihkan jendela Anda dan rubahlah posisinya menjadi lebih baik. Anda akan langsung merasakan kehidupan yang indah, bahagia dan penuh dengan berbagai keajaiban”.

Selain harus bersih, jendela yang Anda miliki juga harus cukup tinggi sehingga Anda mampu melihat segala sesuatu dalam konteks yang lebih luas.

Analoginya adalah pada saat Anda mengalami kemacetan di jalan raya. Apa yang Anda rasakan kalau pada suatu hari jalanan yang biasanya lancar, tiba-tiba macet total bahkan hampir tak bergerak? Anda pasti resah dan bingung bukan?

Lantas bagaimana cara berbahagia ? Mudah saja. Kalau Anda mempunyai teman-teman yang bekerja di gedung pencakar langit, mereka dapat menjadi sumber informasi Anda. Kenapa?

Karena mereka dapat melihat dunia dengan lebih leluasa. Mereka bisa melihat view lebih luas dan semua yang ada di bawahnya akan terlihat jelas.

Jadi dengan memiliki jendela yang lebih tinggi, Anda akan melihat dunia secara lebih luas dan lebih makro. Anda akan mengetahui bahwa segala sesuatu yang terjadi pada Anda tidak dapat dilepaskan dari kejadian-kejadian lain.

Dengan berbagai ilustrasi di atas, Anda akan merevisi gambar yang Anda lihat di awal tulisan ini menjadi seperti di bawah. Anda pun akan menyadari betapa penting dan strategisnya “jendela” yang Anda gunakan dalam melihat dunia.

Jendela ini sebenarnya adalah paradigma yang dibentuk oleh berbagai macam faktor seperti : pendidikan, pengalaman, agama, keyakinan, kepercayaan, pergaulan, media massa, televisi, buku yang Anda baca dan sebagainya. Kesemuanya berpengaruh dalam membentuk jendela Anda yang sekarang.

Cara Berbahagia Oleh Arvan Pradiansyah

seminar cara berbahagia

Cara berbahagia oleh Arvan Pradiansyah, sang Motivator Leadership & Happiness akan menuntun Anda menjadi orang yang selalu bahagia dengan memberdayakan 7 asupan makanan bergizi dengan kekuatan pikiran secara sistematis (seperti terangkum dalam bukunya “The 7 Laws of Happiness”). Anda akan belajar cara berbahagia memfokuskan pikiran positif secara berulang & menolak pikiran negatif supaya tidak masuk.

Pelatihan Happiness ini cocok untuk Anda secara pribadi, keluarga, ataupun anggota Tim Perusahaan yang ingin bangkit-kompak menghadapi musibah Pandemi ini dengan rasa bahagia.

Jika Anda sebagai Manager atau Pimpinan Perusahaan, maka pelatihan ini bisa menjadi energi pendobrak supaya pikiran Tim selalu positif untuk bekerja mencapai target.

Metode Pelatihan Leadership & Happiness Arvan Pradiansyah memiliki 4 ciri khas :

  • Inspiratif – menyentuh hati & mendorong tindakan.
  • Simpel – mudah dipahami & down to earth.
  • Spiritual – berpusat pada Tuhan, menemukan makna & hakikat kehidupan.
  • Thought Provoking – memprovokasi pikiran & merubah paradigma.

Topik Sesi Motivasi Happiness by Arvan Pradiansyah :

  1. Happiness at Work.
  2. Happiness 4.0.
  3. The Meaning of Work.
  4. I Love Monday.
  5. The 7 Laws of Happiness.
  6. Happiness for Salespeople.
  7. Selling with Love.
  8. Coaching with Happiness.
  9. Work Life Balance.
  10. You Are What You Contribute.

Untuk informasi Pelatihan lebih lanjut “ Cara Berbahagia Menikmati Hidup ” dari Motivator terbaik Indonesia (Arvan Pradiansyah), Anda bisa menghubungi Tim ILM pada Kontak WA berikut : 0812-1234-5949.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami Sekarang
Klik jadwal worksop