5 Cara Menikmati Hidup Bahagia Tanpa Harus Menunggu Kaya

cara menikmati hidup bahagi tanpa menunggu kaya

Banyak orang berpikir bahwa memiliki banyak uang adalah cara menikmati hidup bahagia. Padahal ini ungkapan yang kurang tepat. Memang benar, dengan punya banyak uang, kita tidak perlu stres terhadap kebutuhan yang mendesak, hutang yang banyak, bahkan kita bisa memilki apa saja yang kita inginkan.

Namun perlu diperhatikan juga, betapa orang yang mapan secara finansial, punya penghasilan besar, aset milyaran rupiah, ternyata hidupnya tertekan juga. Ada yang larinya ke narkoba, ada yang bercerai dengan pasangannya, bahkan ada juga yang bunuh diri.

Bahagia itu tidak selalu berkaitan dengan uang dan kekayaan. Tentu tulisan ini tidak mengajak Anda untuk hidup melarat, tidak giat mencari uang, tidak belajar investasi dan sebagainya.

Namun lebih kepada meluruskan konsep kebahagiaan itu sendiri, sebab kalau hanya diukur dengan uang, tentu hanya 5% orang di dunia yang bahagia, yaitu mereka yang masuk kategori ultra high net worth (UHNW) population alias orang-orang terkaya di dunia.

Bagaimanakah cara menikmati hidup bahagia, meski untuk saat ini Anda belum mapan secara finansial?

5 cara menikmati hidup bahagia tanpa harus menunggu kaya :

  1. Sering-sering melihat “ke bawah”, jangan “ke atas”

Kita menjadi “tidak bahagia” karena sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Contohnya, kita punya motor, lalu melihat orang lain punya mobil, lalu kita jadi ingin beli juga, padahal kemampuan finansial kita belum ada.

Kenapa tidak kita melihat mereka yang masih pakai sepeda? Bukankah motor, secara efisiensi, jauh lebih baik daripada sepeda?

Kita sudah punya rumah dengan satu kamar, satu kamar mandi, satu dapur dan berlokasi di perkampungan. Lalu kita melihat rumah teman kita yang lebih besar, bertingkat, dan berada di kompleks perumahan mewah. Lalu kita merasa gelisah karena ingin punya rumah seperti itu.

Kenapa kita tidak melihat mereka yang masih kontrak di rumah petakan? Semakin sering melihat ke atas, semakin sulit kita untuk bahagia.

  1. Sehat adalah aset kekayaan

Bersyukur bahwa kita masih sehat, adalah salah satu cara menikmati hidup bahagia. Seringkali orang tidak menyadari, bahwa masih bisa bernafas dengan normal adalah sebuah kemewahan.

Di saat orang lain yang terpapar Covid-19 butuh oksigen, dan di saat tabung oksigen menjadi langka, mereka bahkan “berjuang keras” agar tetap bisa bernafas.

Dalam kondisi seperti itu, mereka tidak bisa bekerja dan berkarya, sementara kita yang sehat kadang tidak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang berharga.

  1. Keluarga adalah harta yang paling berharga

Sering mendengar anak-anak Anda yang ribut dan berantem di rumah? Bersyukurlah, artinya mereka semua ada di rumah, tidak keluyuran, tidak terlibat kenakalan, dan merasa masih betah di rumah. Punya keluarga adalah sebuah kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan uang.

Begitu banyaknya orang yang tumbuh dalam keluarga broken home. Atau banyak orang yang keluarganya utuh, tapi tidak pernah betah di rumah karena tidak ada kehangatan.

  1. Masih bisa kenyang, artinya masih bisa senang

Jika sebelumnya Anda sering makan makanan mahal, cita rasa dari koki hotel bintang lima, lalu tiba-tiba Anda harus puas makan di warteg, atau bahkan makan nasi hanya dengan ikan lele dan sambal terasi, maka itu tidak berarti Anda jadi tidak bahagia.

Jika Anda masih bisa memberikan makan kepada anak Anda dengan gizi yang seimbang & mengenyangkan, maka itu jauh lebih beruntung daripada 17.7% balita di Indonesia yang mengalami gizi buruk & kurang gizi. Merasa cukup dengan kebutuhan pangan di rumah adalah cara menikmati hidup bahagia.

  1. Fisik lengkap, berarti Anda sempurna

Bayangkan jika Anda terlahir dalam kondisi tuna netra, tuna rungu, tuna wicara. Mungkin Anda tidak mengenal warna warni, alunan musik, dan nikmatnya mengeluarkan uneg-uneg dari dalam hati.

Namun banyak saudara-saudara kita yang terlahir dalam kondisi seperti itu dan mereka ternyata tetap bisa bahagia.

Ada Nick Vujicic yang lahir tanpa tangan dan kaki, namun bisa menjadi motivator terkenal di dunia. Ada Angki Yudistia yang tuna rungu & dipercaya menjadi staf khusus Presiden RI. Anda yang terlahir sempurna, harusnya bisa menjadi lebih bahagia lagi daripada mereka.

So, mengapa masih merasa tidak bahagia?


seminar cara menjalani hidup bahagi tanpa menunggu kaya

Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional – Leadership & Happiness akan menuntun Anda menjadi orang yang selalu bahagia dengan memberdayakan 7 asupan makanan bergizi dengan kekuatan pikiran secara sistematis (seperti terangkum dalam buku “The 7 Laws of Happiness”).

Anda akan belajar memfokuskan pikiran positif secara berulang & menolak pikiran negatif masuk.

Pelatihan Happiness ini cocok untuk Anda secara pribadi, keluarga, ataupun anggota Tim Perusahaan yang ingin bangkit-kompak menghadapi musibah Pandemi ini dengan rasa bahagia.

Jika Anda sebagai Menejer atau Pimpinan Perusahaan, maka pelatihan ini bisa menjadi energi pendobrak supaya pikiran Tim selalu positif untuk bekerja mencapai target.

Metode Pelatihan Leadership & Happiness Arvan Pradiansyah memiliki 4 ciri khas :

  • Inspiratif – menyentuh hati & mendorong tindakan.
  • Simpel – mudah dipahami & down to earth.
  • Spiritual – berpusat pada Tuhan, menemukan makna & hakikat kehidupan.
  • Thought Provoking – memprovokasi pikiran & mengubah paradigma.

Topik Sesi Motivasi Happiness by Arvan Pradiansyah :

  1. Happiness at Work.
  2. Happiness 4.0.
  3. The Meaning of Work.
  4. I Love Monday.
  5. The 7 Laws of Happiness.
  6. Happiness for Salespeople.
  7. Selling with Love.
  8. Coaching with Happiness.
  9. Work Life Balance.
  10. You Are What You Contribute.

Untuk informasi Pelatihan terkini lebih lanjut “Cara Menikmati Hidup Bahagia” dari Motivator terbaik Indonesia (Arvan Pradiansyah), Anda bisa menghubungi Tim ILM pada Kontak WA berikut : 0812-12345-949.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami Sekarang